Gedung Kedutaan Republik Indonesia di Washington DC

2020 Massachusetts Ave. N.W. Washington, D.C. 20036, USA

Patung Liberty

Dari Perancis untuk Amerika.

Farm Life

Pertanian masih menjadi sektor industri utama di Amerika Serikat.

Times Square, New York

The Crossroads of the World

Negara Bagian (The States)

Amerika Serikat terdiri dari 50 negara bagian.

Wednesday, September 25, 2013

Sedia Materai Tempel 6000 di Amerika Serikat dan Sekitarnya


Kami sedia materai tempel 6000 untuk penjualan di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan sekitarnya.

Untuk pemesanan dan info lebih lanjut bisa kirim e-mail ke indegous@gmail.com atau mengisi halaman contact pada blog ini.

Terima kasih.

UPDATE (5/17/2015)
Sementara masih stok meterai lama versi tahun 2009-2014

Sunday, September 22, 2013

CityPASS: Cara Hemat Berwisata di Amerika

Pengen jalan-jalan ke tempat wisata terkenal di Amerika dengan harga yang lebih murah? Bisa! Ga tanggung-tanggung diskon tiketnya bisa sampai 50% hanya dengan menggunakan City PASS.

Apa itu CityPASS?
CityPASS adalah layanan wisata Amerika yang menawarkan booklet berisi kumpulan tiket masuk ke beberapa tempat wisata tertentu dan terkenal di kota-kota besar di Amerika dan Kanada, dimana harga totalnya lebih murah antara 30-50% dibanding membeli tiket masing-masing tempat wisata secara terpisah.

Apa keuntungan lain dari CityPASS?
1. Tidak perlu antrian panjang saat memasuki tempat wisata
2. Bisa dibeli dengan mudah, on-site di tiap tempat wisata. Untuk kunjungan ke tempat wisata lain hanya tinggal memperlihatkan booklet yang sudah dibeli di tempat wisata yang pertama.
3. Tiket mencakup keseluruhan wahana yang ada di hampir semua tempat wisata
4. Bisa digunakan kapan saja selama booklet masih berlaku (antara 9-14 hari) dan urutan tempat wisata bersifat fleksibel.

Di kota apa saja yang terdapat layanan CityPASS?
1. New York City
2. Boston
3. Toronto
4. Chicago
5. Southern California
6. Houston
7. Hollywood
8. Atlanta
9. Philadelphia
10. San Francisco
11. Seattle

Contoh booklet. Sumber: houstononthecheap.com


Sunday, September 1, 2013

Wona Sumantri: WNI Pendiri Perguruan Silat di Amerika

Jakarta - Merantau sejak usia 5 tahun ke Amerika Serikat tak membuat Wona Sumantri lupa akan akar budayanya di Indonesia. Lulusan master di bidang informasi teknologi dari Universitas Maryland ini mengajarkan pencak silat di Perguruan Al Azhar cabang Washington DC. Ciaat!

Pria kelahiran Jakarta 6 Juni 1976 ini merantau karena mengikuti orang tuanya yang bekerja di kedutaan Arab Saudi di Amerika Serikat sejak usia 5 tahun. Ayahnya yang asli Banten memperkenalkannya kepada ilmu bela diri tradisional Indonesia itu.
Sumber: detik.com
"Jadi setiap pagi saya lihat bapak latihan Cimande (aliran pencak silat) sebelum kerja. Itu yang buat saya tertarik," kata Wona ketika ditemui usai Konferensi Diaspora Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2013).

Wona menyukai gerakan pencak silat yang bervariasi. "Gerakannya, kalau kuda-kuda kita duduk atau berdiri kita tetap bisa counter attack," imbuhnya.

Selain itu Wona mengagumi silat justru karena banyak aliran dalam seni bela diri ini. Dia juga belajar sejarah kebudayaan silat juga Indonesia. 

"Saya belajar sejarah kebudayaan, selain bela diri ya. Nggak cuman pencak silat tapi kebudayan bangsa saya sendiri. Pencak silat kan banyak aliran, jadi itu yang buat tertarik karena bervariasi," imbuhnya ramah.

Di Washington DC, Wona menjadi guru silat sejak 5 tahun lalu, mengajar pencak silat di KBRI Washington DC, di Silat Martial Arts Academy yang terafiliasi dengan Perguruan Al Azhar bersama 3 guru WNI lainnya, juga menjadi dosen pencak silat paruh waktu di American University, Washington DC. 
Sumber: FB U.S. Embassy - Jakarta, Indonesia
"Setiap semester, 30 mahasiswa. Selain gerakan, mereka juga ingin belajar. Saya mengajarkan pencak silat, saya juga mengajarkan kebudayaan Indonesia," tutur pria yang mengidolakan guru silatnya sendiri, Rifai Syahib, pendekar silat Cimande dari Bintaro.

Dalam Silat Martial Arts Academy, Wona juga berencana menambahkan bidang tari dan batik selain bela diri dalam sanggarnya itu. "Sekarang lagi dalam proses, lama dan mahal untuk mendapatkan izin dari pemerintah (Washington DC)," tuturnya.

Bagaimana respons warga AS sendiri mengenai pencak silat? "General overall baik. Contoh, murid saya dapat beasiswa dari Kementerian Parekraf. Dia ke Indonesia dapat biaya belajar kebudayaan di Indonesia. Karena silat dia tertarik. Jadi pencak silat sebagai alat untk promosikan tourism ke Indonesia," jelas Wona.

Meski mengakui silat sebagai passionnya, sehari-hari Wona juga berprofesi sebagai konsultan informasi teknologi di perusahaan konsultan swasta. Menjalani sekolah dari semua jenjang di AS, Wona mendalami IT dari sarjana hingga master di Universitas Maryland.

"Pencak silat itu passion. Tapi untuk uang untuk bisa hidup di luar negeri harus IT karena untuk pencak silat aja nggak akan cukup," tutur Wona dengan jujur. Maklum, Wona harus menyewa tempat latihan pencak silat US$ 6 ribu tiap bulan.

Kini Wona yang masih lajang hidup sendiri di Washington DC, sementara kedua orang tuanya sudah pensiun dan kembali ke Indonesia. Wona mengaku sering kangen dengan kedua orang tuanya. 

Pria yang sudah bolak-balik ke Indonesia sejak usia 17 tahun untuk berguru silat di Perguruan Al Azhar ini suatu saat akan kembali ke Indonesia. Namun dia ingin menuntaskan misinya mengembangkan silat dan kebudayaan Indonesia melalui sanggar yang didirikannya Silat Martial Arts Academy.

Apa yang akan dilakukan bila mudik ke Indonesia? "Spending more time sama orang tua karena mereka sudah tua dan travelling ke seluruh Indonesia. Saya baru ke Jawa, Sumatera. Saya mau banget ke Kalimantan, Sulawesi, Lombok," demikian Wona mengungkapkan keinginannya.

Penulis: Septiana Ledysia

Sunday, July 7, 2013

Macam-macam penamaan jalan di Amerika (Street Suffixes in the U.S.)

Di Indonesia, yang namanya jalan ya rata-rata "jalan." Namun di Amerika yang namanya jalan bisa bermacam-macam, ada street, road, avenue, boulevard, drive, lane, court, terrace, dll. Meskipun pada kenyataannya, sehari-hari kadang orang juga hanya menyebut street. Selain itu, tidak perlu khawatir apabila kita salah menuliskan "penamaan jalan/ sufiks-nya jalan" di alamat yang kita tuju, karena petugas pos biasanya lebih memperhatikan nama jalannya daripada sufiksnya. 

Peraturan tentang penamaan jalan itu bisa berbeda antara negara bagian yang satu dengan lainnya. Lalu apa saja arti dari macam-macam penamaan/ sufiks jalan tersebut? Pada umumnya perbedaannya adalah sebagai berikut:

Street (St) :
Nama jalan besar dua arah yang sering digunakan di perkotaan, memiliki trotoar yang lebar dan biasanya dikelilingi oleh perumahan atau gedung-gedung. Di New York, Minneapolis, dan Seattle istilah street digunakan untuk jalan yang melintasi arah timur-barat.
Street










Road (Rd) :
Hampir sama dengan street, namun biasanya mempunyai fungsi sebagai penghubung dua kota.
Road









Avenue (Ave) :
Jalan lurus yang terdiri dari 2 arah berlawanan tanpa taman kecil di antara dua arah berlawanan tersebut, di masing-masing tepi jalan biasanya terdapat pepohonan, tanpa tempat untuk parkir. Di New York, avenue digunakan untuk nama jalan yang melintasi arah utara-selatan.
Avenue








Boulevard (Bl) :
Jalan besar yang terdiri dari 2 arah berlawanan dan masing-masing arah memiliki beberapa jalur, rata-rata 2 jalur; diantara 2 arah tersebut terdapat taman kecil dengan pepohonan. Di pinggir jalan tersebut biasanya diperbolehkan untuk parkir. Truk berkapasitas 5 ton lebih biasanya tidak diperbolehkan lewat.
Boulevard










Drive (Dr) :
Jalan besar dua arah berlawanan, dengan masing-masing 2 jalur atau lebih, dan mempunyai ciri khas yaitu mengikuti kontur bukit, danau, atau kondisi alam lainnya. Misalnya, Lake Shore Drive di Chicago yang mengikuti garis tepi danau Michigan, dan Skyline Drive di San Francisco.
Lake Shore Drive Chicago












Lane (Ln) :
Biasanya digunakan untuk jalan kecil atau yang lebih sempit di daerah countryside.
Lane









Court (Ct):
Jalan yang lebih pendek dan lebih kecil di antara jalan utama di perkotaan.







Terrace (Ter):
Jalan yang di sekitarnya terdapat perumahan yang berjajar sepanjang jalan tanpa lahan pemisah di antara perumahan tersebut.

Kebiasaan positif dan negatif warga di Amerika

Warga di setiap negara mempunyai kebiasaan positif dan negatif, termasuk di Amerika, negara yang multikultur. Kebiasaan tersebut ada yang patut dicontoh, ada yang tidak.

Berikut hal-hal positif yang pernah saya temui di Amerika:

1. Hampir selalu tepat waktu dalam setiap hal, termasuk jadwal kedatangan alat transportasi, kalaupun ada keterlambatan, biasanya tidak lebih dari 3-5 menit.

2. Saat di transportasi umum, hampir selalu melihat orang-orang membaca buku baik itu paper book maupun e-book. Daya baca masyarakatnya tinggi.

3. Sering terdengar kata sapaan ramah, "How are you?" "Have a good day," dan sejenisnya, meskipun dari orang yang ga dikenal, terutama kasir toko ato pelayanan publik.

4. Apabila ada yang bersin, hampir selalu ada orang disekitarnya yang mengucapkan, "Bless you."

5. Lebih senang berjalan kaki, meskipun relatif jauh.


Namun, ada juga hal-hal yang menurut saya kurang patut dicontoh, misalnya:

1. Sering terdengar musik yang disetel keras-keras di mobil, apalagi saat berhenti di lampu merah. Kadang ada musik rap, bollywood, arab dll, tapi belum pernah dengar dangdutan. Hehe.

2. Ga jarang mendengar orang "teriak-teriak" di jalan, baik itu manggil seseorang, mengumpat, ataupun sedang menelepon.

3. Sering melihat bekas permen karet berupa bulatan2 kecil yang sudah menghitam di trotoar


4. Kalo ada masalah lalu lintas antar pengguna kendaraan, mereka ga segan-segan membunyikan klakson lama-lama, bisa sampai 10-30 detik, baik itu terus menerus maupun putus-putus.

Hal-hal lain yang sering terlihat yaitu:
1. Orang-orang sering menggunakan semacam trolley-cart/ kereta dorong untuk berbelanja bila antara tempat belanja dan tempat tinggalnya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

2. Para balita lebih sering diajak jalan-jalan dengan menggunakan stroller/ kereta dorong bayi daripada dipangku.

3. Sering terlihat orang berjalan-jalan bersama anjingnya. Di beberapa kota dan negara bagian di Amerika, mewajibkan pemilik anjing untuk memungut/ membersihkan kotoran anjingnya, seperti di New York City dan Iowa City, serta negara bagian Virginia dan New Jersey.

4. Pada hari-hari biasa, mall dan bioskop di Amerika tampak sepi pengunjung.


Thursday, May 9, 2013

Mengenal bus kota di AS

Keterbatasan tempat parkir di kota-kota besar di AS sering menjadi hal yang membuat warga lebih memilih menggunakan transportasi umum daripada membawa kendaraan pribadi. Selain itu, kesadaran warga yang cukup tinggi terhadap lingkungan juga membuat mereka lebih memilih transportasi umum, karena dengan menggunakan transportasi umum, maka akan mengurangi jumlah emisi karbondioksida. 

Pada artikel ini, saya akan membahas tentang bagaimana menggunakan transportasi umum dalam kota di AS, khususnya bus.

Bus yang digunakan
Bus yang banyak digunakan untuk transportasi umum dalam kota di AS yaitu bus ramah lingkungan Hybrid Electric Bus dan juga bisa "berlutut" alias kneeling bus (low-floor bus), bus ini akan merendahkan bagian pintu masuk depan (kanan bus) sehingga memudahkan penumpang saat menaiki kendaraan tersebut, khususnya para disabled yang menggunakan kursi roda.

Kneeling Bus. Sumber: michaeltaylor.ca
"Berlutut." Sumber: membres.multimania.fr 
Kemudahan bagi para disabled
Halte Bus (Bus Stop)

Amerika negara tertib, jadi bus pun tertib dengan hanya menaikkan dan menurunkan penumpang di halte bus. Tidak seperti di Indonesia, bus kotanya bisa menaikkan dan menurunkan penumpang di mana saja. Jarak antara halte satu dengan halte lainnya biasanya berjarak satu blok atau tiap persimpangan jalan besar. Selain itu, tidak seperti halte Trans Jakarta, Jogja Trans, ataupun halte bus kota biasa yang trotoarnya relatif tinggi, trotoar halte di AS cenderung lebih rendah.

Sebagian besar halte mempunyai layar jadwal kedatangan bus, sehingga kita dapat mengetahui berapa menit lagi bus yang ditunggu akan datang.


Jadwal bus di halte
Selain dari jadwal yang ada di halte, jadwal kedatangan bus juga dapat diakses lewat internet di situs penyedia jasa transportasi di kota tersebut, di New York City misalnya NYCTA (New York City Transit Authority) atau  disebut juga  MTA (Metropolitan Transportation Authority), di Chicago misalnya CTA (Chicago Transit Authority), selain dari situs tersebut kita juga bisa mengeceknya lewat aplikasi bus tracker pada smartphone.

Cara pembayaran
Cara pembayaran bisa berupa uang tunai (koin atau kertas), kartu kredit atau debit, maupun kartu langganan bus. Biasanya penyedia jasa transportasi menyediakan berbagai macam kartu langganan, misalnya:

a. Transit Card
Nilai uang yang ada di dalam kartu ini akan dikurangi tiap kali kita menggunakan transportasi umum, namun bila kita menggunakan transportasi umum lagi sebelum periode tertentu (misal kurang dari 2 jam), maka  hanya akan dikenakan biaya transit, lebih murah dari tarif saat pertama kali naik (biasanya seperempatnya). Kartu ini dapat digunakan sepanjang masa berlakunya belum habis (bisa lebih dari satu tahun) dan selama kita masih menambahkan nilai uang ke dalamnya. Kartu ini dapat diperoleh secara gratis dari vending machine yang biasanya ada di train stop, kita hanya tinggal menambahkan sejumlah uang untuk keperluan transportasinya saja. Kartu ini cocok untuk penggunaan transportasi umum yang jarang atau hanya sesekali saja, juga untuk para turis.

b. Passes
Kartu ini digunakan untuk berlangganan bus selama periode tertentu, misalnya harian, mingguan, ataupun bulanan. Jadi, selama periode tersebut kita bisa menggunakan kartu ini kapan saja, sesering mungkin, tapi kartu ini tidak bisa digunakan secara berurutan dalam bus atau train stop yang sama kurang dari jangka waktu tertentu (biasanya 30 menit). Bila kartu ini hilang, maka kita tidak bisa dapat kartu penggantinya, maka jagalah kartu ini dengan baik. Selain itu, hindari kontak dengan hal-hal yang bermagnet seperti telpon seluler, dompet yang menggunakan magnet untuk "mengunci"nya, TV, dll. Kartu ini dapat dibeli di kantor penyedia jasa transportasi, di grocery stores (Walgreens, Walmart, Dominick's, Jewel-Osco, CVS), currency exchange, dll. Bila kartu ini tidak bisa terbaca oleh mesin, coba di mesin yang lain atau hubungi petugas jaga.

c. Tap Card
Penggunaan kartu ini hampir sama dengan transit card maupun passes, hanya saja kartu ini bisa memberikan akses yang lebih cepat, karena kita hanya menyentuhkan kartu ini ke mesin khususnya. Sedangkan transit card atau passes butuh waktu yang lebih lama karena perlu waktu untuk memasukkan kartu, menunggu kartu terbaca, dan menunggu kartu dikeluarkan lagi dari fare machine nya. Namun, untuk masalah tarif, kartu ini hampir sama dengan transit card yang bayar per tiap kali menggunakan transportasi umum, hanya saja kita dikenakan biaya pembelian kartu di awal, dan selanjutnya kita hanya tinggal mengisi ulang. Ada pula kartu "plus" yang memberikan kemudahan pembayaran online yang otomatis terhubung ke rekening pribadi, dan memberikan penawaran langganan bulanan unlimited.

Vending machine for transit card. Sumber: transitchicago.com

Tap card. Sumber: wikipedia.com
Transit card dan 30 day pass

Masuk ke bus
Masuklah lewat pintu depan dimana fare machine berada. Tidak diperbolehkan masuk lewat pintu belakang apalagi agar tidak ketahuan/ tidak membayar, karena meskipun tidak ada kondektur, kamera CCTV yang terpasang mengarah ke pintu dari luar bus akan merekamnya.

Bus fare machine. Sumber: flickr.com/photos/nickbastian

Di dalam bus
Yang cukup menarik dalam bus ini yaitu adanya  priority seating yang terletak di kursi bagian depan bus, kursi ini dikhususkan untuk para lanjut usia, ibu hamil, dan para disabled. Bila kursi tersebut kosong kita boleh mendudukinya, namun bila ada penumpang yang diprioritaskan maka kita harus menawarkan kursi kepada penumpang prioritas tersebut. 

Bila bus penuh maka kita berdiri sambil memegang tiang atau pegangan yg sudah disediakan, selain itu dianjurkan mundur ke bagian belakang bus agar dapat memberikan  ruang bagi penumpang yang baru masuk lainnya. Saat berdiri, sebaiknya posisi badan menghadap ke samping kiri atau kanan (ke arah jendela bus), agar saat bus mulai melaju cepat ataupun mengerem, kita tidak mudah terjerembab.

Orang Amerika gemar membaca buku, maka tidak usah heran bila melihat hampir semua orang di dalam bus membaca buku ataupun novel. 

Keadaan dalam bus kosong dilihat dari kursi paling belakang
Memberhentikan bus
Bila kita ingin bus berhenti di halte selanjutnya, maka kita menarik (ke bawah) semacam tali yang melintang di sepanjang jendela bus atau dengan menekan tombol di tiang tertentu sebelum bus sampai di halte tersebut.


Tali melintang untuk meminta bus berhenti

Tombol permintaan berhenti (dalam lingkarang merah)
Keluar dari bus
Setelah bus berhenti, kita bisa keluar dari pintu depan maupun pintu belakang, namun lebih dianjurkan lewat pintu belakang agar tidak memperlambat penumpang yang akan masuk. Pintu keluar dapat dibuka setelah lampu hijau di atas pintu menyala, dan kita bisa mendorong pintu tersebut (ke arah luar bus). Bagi penumpang yang menggunakan kursi roda atau membawa shopping cart maupun baby stroller maka keluarnya lewat pintu depan, karena pada pintu belakang tidak ada papan penghubung bus dan trotoar.

Lampu tanda pintu keluar siap dibuka

Thursday, May 2, 2013

Amerika menerima bayi yang tidak diinginkan

Bayi adalah suatu anugerah yang tak berdosa. Hampir setiap orang tua akan merasa senang dengan kehadiran sang bayi dan berusaha untuk merawatnya, membesarkannya, melindunginya, dan menyayanginya sepanjang masa. Namun ada kalanya, orang tua tidak menginginkan kehadiran sang bayi tersebut karena berbagai faktor, misalnya faktor hasil dari hubungan gelap, faktor psikologi, faktor ekonomi, dll. Alhasil, tak jarang kita membaca berita tentang bayi baru lahir yang dibuang di tempat tak layak seperti tempat sampah atau sungai.

Di Amerika ada LSM yang peduli terhadap bayi-bayi yang tidak diinginkan tersebut yaitu National Safe Haven Alliance. LSM ini membantu pemerintah di masing-masing negara bagian untuk mempromosikan Safe Haven Laws, yang intinya bahwa undang-undang Amerika ini tidak akan mengkriminalisasikan orang tua yang menyerahkan bayi baru lahir mereka "yang tak teraniaya" agar menjadi tanggungan negara. Bayi-bayi yang diserahkan ke tempat yang ditunjuk selanjutnya akan diperiksa kesehatannya, diberikan perawatan yang dibutuhkan, dan kemudian staff dari tempat tersebut akan menghubungi Department of Children and Family Services yang nantinya akan dihubungkan dengan agen adopsi.

Iklan layanan Safe Abandonen Babies di Illinois
Undang-undang ini sudah diterapkan di semua negara bagian Amerika, namun ketentuan di masing-masing negara bagian tersebut berbeda. Misalnya, di Illinois, bayi diterima bila usianya kurang dari 30 hari, dan bisa diserahkan di rumah sakit, kantor polisi, kantor pemadam kebakaran, dan unit kegawatdaruratan setempat. Sedangkan di Minnesota, bayi diterima bila usianya kurang dari 3 hari, dan tempat penyerahannya hanya di rumah sakit. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketentuan di masing-masing negara bagian silakan klik link berikut, atau hubungi 1-888-510-BABY. Orang tua yang menyerahkan anaknya TAK AKAN DITANYA APAPUN, hanya tinggal menyerahkan bayi ke staff di tempat yang ditunjuk dan pergi begitu saja.